Motor Listrik GojekPerusahaan Sepeda Motor Listrik Milik Keponakan Luhut Beralih Ke Penggunaan Baterai LFP

lagunabeachcanow.com – Electrum, perusahaan dalam PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) masih menunggu hilirisasi nikel selesai agar bisa beralih ke 100% penggunaan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) dan Nickel Manganese Cobalt (NMC). Kebanyakan (baterai) sekarang lithium, nikelnya sedikit, kata CEO Electrum Pandu Sjahrir saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (31/1/2024).

Baterai LFP masih memegang kendali di perusahaan produsen motor listrik ini karena perusahaan ingin menunggu hingga baterai nikel diproduksi langsung di Indonesia. Jadi harganya nanti akan lebih murah. Produksi baterai nikel merupakan salah satu program yang dilakukan pemerintah. Hal ini dilakukan secara bawah tanah dan ekspor minyak nikel mentah dilarang ke luar negeri. “Yang terjadi saat ini kita belum memanfaatkan baterai nikel Indonesia dengan baik. Hasilnya, sebagian besar dikirim kembali ke luar negeri, dikelola di sana, dan dikirim kembali ke kami. Jadi yang harus kita selesaikan dari hulu ke hilir bisa langsung dari Indonesia, lebih murah, jelasnya.

Ia memperkirakan Electrum akan bisa sepenuhnya menggunakan baterai NMC berbasis nikel pada tahun 2025-2026. “Kalau bisa, tujuannya semua (baterai pakai nikel). Karena nikel itu fleksibel, nikel seperti alasnya membuat baterai lebih awet, kuat dan tahan lama,” ujarnya. Jika lingkungan berjalan baik, Pandu tidak menutup kemungkinan untuk melepas Electrum melalui penawaran umum perdana (IPO). Namun, pekerjaan tersebut tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Kalau melihat tenaga listrik mobilnya masih rendah, jadi tugas kita naikkan dulu, baru kita pikirkan IPO. “Tapi kita perlu mulai memikirkan kapan kita bisa mulai menjadi perusahaan publik,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pandu Sjahrir merupakan keponakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan. Luhut awalnya membantah pemaparan pendukung kelompok nasional AMIN, Tom Lembong, yang menyebut kini baterai mobil listrik Tesla produksi China tidak lagi menggunakan komponen nikel melainkan menggunakan lithium-ferro-phosphate (LFP). Tom Lembong pernah mengatakan bahwa Tesla meninggalkan nikel dan pindah ke LFP. Luhut menyebut pernyataan Tom Lembong tidak benar.

Ia mengatakan baterai pada mobil listrik Tesla buatan Shanghai, China, masih menggunakan bagian nikel yang dipasok oleh perusahaan Korea Selatan LG. “Tidak benar pabrik Tesla di Shanghai menggunakan 100% LFP atau Lithium-Ferro-Phosphate untuk mobil listriknya. Biasanya menggunakan baterai nikel. Oleh karena itu, LG Korea Selatan sepertinya memasok baterai nikel untuk model mobil listrik Tesla yang diproduksi di Shanghai, kata Luhut melalui akun Instagram-nya, Kamis (25/1/2024).

Namun Luhut membenarkan, memang ada aki mobil listrik Tesla yang menggunakan bahan LFP, seperti dikatakan Tom Lembong. Luhut menjelaskan, hal ini disebabkan oleh perkembangan penelitian LFP yang tidak menutup kemungkinan adanya pengurangan penggunaan material nikel.

“Sebenarnya ada (wilayah) LFP karena penelitian tentang LFP semakin berkembang sehingga kemungkinan penggunaan nikel akan berkurang,” imbuhnya. Meski demikian, Luhut menilai Indonesia masih perlu terus meningkatkan produksi nikel dalam negeri. Hal itu dilakukan untuk mencegah Indonesia mengekspor nikel dari tanahnya.

By admin